Bahkan, aku belum bisa menaksir berapa harga sebuah keakraban. Kau tahu itu. Sejak dapat kabar kau tidak enak badan, aku selalu menyempatkan diri melihat keadaanmu, dengan alasan apapun. Seperti saat aku datang menemuimu, bertanya: dimana letak file laporan keuangan. Sebenarnya aku sudah tahu. Tapi aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja.
Hari-hari
itu, aku juga jarang melihatmu saat pengajian di masjid. Tempat yang biasanya
kau tempati kosong. Aku mulai curiga dengan kemungkinan-kemungkinan yang sama
sekali tidak akan pernah ku inginkan. Benar saja, aku dapat kabar kau sakit.
Selepas
maghrib, aku ke kamarmu. Disana ada Pak Amin dan Bagus. Aku bertanya soal
dirimu. Katanya kau sudah di ruang isolasi. Segera aku pergi ke ruang itu,
melihatmu tidur memakai jaket putih. Aku sedikit lega kau sudah di ruang
isolasi. Setidaknya kau akan mendapat pelayanan terbaik.
Dan
aku minta maaf soal ini. Sebenarnya ingin sekali aku menemanimu di saat-saat
seperti ini. Menjadi seseorang yang bisa membuatmu nyaman pada setiap keadaan.
Tapi sekali lagi, aku sadar siapa aku. Siapa aku diantara orang-orang yang kau
kenal. Siapa aku diantara teman-teman terdekatmu. Disamping itu, aku juga
kurang enak badan.
Kau sudah
menjadi bagian terlekat dalam hari-hariku. Dan ini anugrah. Aku bahkan tidak
memiliki alasan apapun untuk menjelaskan. Sejak menyadari itu, aku selalu
memastikan agar selalu bisa membuatmu tetap tersenyum, semangat. Aku tidak
pernah berharap apapau darimu, Mil. Tidak ada.
Hanya aku selalu menyertakan namamu dalam setiap permohonanku kepada Allah.
Yang terbaik, yang terbaik, yang terbaik.
Barang ini sebenarnya adalah satu dari beberapa hal yang ingin ku sampaikan di
hari kelahiranmu nanti. Maaf jika aku terlalu mengawalinya.
Salam hangat,
AFWAN
Maret 2020
In fact, I haven't been able to
estimate the price of intimacy. You know that. Since getting word that you
aren’t feeling well, I always take the time to look at your situation, for any
reason. Like when I came to see you, asking: where is the financial statement
file located. Actually I already know. I just want to make sure you're okay.
Those days, I also rarely see you
when reciting at the mosque. The place you usually occupy is empty. I began to
be suspicious of possibilities I didn't want at all. Sure enough, I got word
that you are sick.
After sunset, I went to your
room. There are Amin and Bagus. I asked about you. He said you were in the
isolation room. Immediately I went into the room, saw you sleeping in a white
jacket. I'm a little relieved you're in the isolation room. At least you will
get the best service.
And I'm sorry about this.
Actually I really want to accompany you at times like this. Being someone who
can make you comfortable in every circumstance. But once again, I realized who
I was. Who am I among the people you know. Who am I among your closest friends.
Besides, I'm also not feeling well.
You have become a part of my
days. And this is a gift. I don't even have any reason to explain. Since
realizing that, I always make sure that I can always keep you smiling, excited.
I never expected anything from you, Mil. There is no.
Only I always include your name in my every request to God.
The best, the best, the best.
This item is actually one of the few things I want to say on
your birthday. Sorry if I started too much.
Kind regards,
March 2020
0 komentar:
Posting Komentar